newbie
Minggu, 07 September 2014
Kita jalani saja hari ini....
Ada masa kelam dalam perjalanan yang penuh dengan liku dan terasa berat tuk dijalani namun ketika langkah kaki semakin memberat bukankah itu tanda semakin dekat dengan semua jawaban? teringat sama kata-kata bule Every cloud has silver linning... benang yang ditarik ketika mencapai titik terkencangnya akan segera putus.Menengok ke belakang, ada banyak waktu yang terlalui dengan begitu banyak ujian, cobaan dan meski masih awam dalam menjalankan komitmen (hehehe dibanding yang udah puluhan tahun...) kami sekarang bisa bersorak gembira karena bisa melalui putaran hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan, bulan menjadi tahun dan tahun pertama berlalu hingga untuk yang kesekian tahun. Perasaan bersyukur itu semakin kuat membuncah, tak pernah terlintas untuk mengganti kehidupan ini dengan yang lain...
Sabtu, 06 September 2014
Ini soal waktu....
Saat-saat ijab kabul dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang dibalut keramaian karena dikerumuni seluruh keluarga. Semua itu berubah menjadi seperti mimpi yang melintas dengan cepat. Tak terasa sudah hampir 6 tahun kami menikah... Pernikahan nekad karena tanpa proses pendekatan yang lama hanya komunikasi via sms dan telpon selama 4 bulan sebelum mengikat janji di depan penghulu. Dari awal, tak pernah berharap hidup berkeluarga akan semanis madu....serentetan adaptasi dari hari pertama hingga hari ini terus berlangsung. Ada begitu banyak air mata yang berderai ketika harus di rumah sendirian karena suami kerja di luar kota dan pulang sesekali saja. Air mata refleksi pilunya hati karena harus meninggalkan kehangatan dan keramahan keluarga, menggantinya dengan status baru sebagai perempuan bersuami dengan konsekuensi seberat itu... kangen rumah, kangen becanda dengan keponakan dan cengkrama dengan semuanya. Belum lagi ketika Mas Eka yang dinas di perkebunan akasia dan tak jarang masih hutan alam tak mendapat sinyal untuk menelpon sehingga sampai berhari-hari tak juga ada kabar. Dududu ...... tak ada teman berbicara, kontak dengan orang rumah pun tak bisa sebebas dulu dengan menceritakan semua yang dialami.
Tak mudah mengeluarkan kembali semua lintasan peristiwa selama rentang hampir 6 tahun. Satu yang sangat saya syukuri, komunikasi diantara kami semakin membaik. Pengertian satu sama lain juga semakin membaik. Suami yang awal-awal adalah Masternya memporak porandakan rumah khususnya di depan TV dengan membentangkan koran hingga mengubah ruang tengah seperti barusan diterjang angin ribut... Orang yang selalu enggan menyikat kamar mandi, sekarang menjadi orang pertama yang memegang sikat kamar mandi dan menjadi ritualnya setiap hari ketika di rumah menyikat kamar mandi dengan Porstex padahal dulu ? hem... jangan berharap deh. Lihat kamar mandi menggenang karena saluran air tersumbat pun cuek aja, tapi sekarang? Mas Eka menjadi orang pertama yang heboh lihat airnya agak tersendat mengalir... langsung rebus air satu panci besar, menyiram saluran air dengan soda api lanjut disiram air panas yang fungsinya untuk menghancurkan semua sumbatan yang ada di dalam saluran pembuangan itu.
Tak mudah mengeluarkan kembali semua lintasan peristiwa selama rentang hampir 6 tahun. Satu yang sangat saya syukuri, komunikasi diantara kami semakin membaik. Pengertian satu sama lain juga semakin membaik. Suami yang awal-awal adalah Masternya memporak porandakan rumah khususnya di depan TV dengan membentangkan koran hingga mengubah ruang tengah seperti barusan diterjang angin ribut... Orang yang selalu enggan menyikat kamar mandi, sekarang menjadi orang pertama yang memegang sikat kamar mandi dan menjadi ritualnya setiap hari ketika di rumah menyikat kamar mandi dengan Porstex padahal dulu ? hem... jangan berharap deh. Lihat kamar mandi menggenang karena saluran air tersumbat pun cuek aja, tapi sekarang? Mas Eka menjadi orang pertama yang heboh lihat airnya agak tersendat mengalir... langsung rebus air satu panci besar, menyiram saluran air dengan soda api lanjut disiram air panas yang fungsinya untuk menghancurkan semua sumbatan yang ada di dalam saluran pembuangan itu.
Memang waktu yang mengubah kebiasaan seseorang, tentu saja dengan pendekatan komunikasi yang lebih baik dari sebelumnya. Bukankah waktu yang akan mengubah segalanya? Waktu pula yang mengubah kami menjadi lebih memahami apa kemauan satu sama lain.
Tanpa pacaran, tanpa pendekatan intensif secara harfiah karena saat itu saya di Jawa dan Mas Eka di Sumatera. Bukan hal mudah ketika dua orang yang kontak via Hand Phone tiba-tiba menjadi suami istri, berbagi tanggung jawab,hidup bersama tanpa mengenal back ground masing-masing dan semuanya membutuhkan waktu.... sering ada ketidakcocokan, sering ada kesalahpahaman, sering ada miskomunikasi, sering menuntut lebih pada pasangan, mungkin semua hal itu yang membuat kami belum juga dikaruniai amanah. Selang waktu berlalu, semoga dengan lebih selarasnya hati kami, perbuatan kami yang ingin menyenangkan pasangan... akan berbuat manis pada keluarga kami.....
Membangun keluarga, tak pernah henti untuk berposes memahami pasangan. Beradaptasi dengan keinginan dan kebutuhan karena limited income. Semua proses itu tak terbatas pada komunikasi, pekerjaan rumah, berbagi tanggung jawab, Pendapatan, pengeluaran, tapi juga quality time.
Menjaga kualitas relasi dengan suami, tak jarang di akhir pekan setelah menjemput dari kantor. Kami mampir di Mall untuk sekedar jalan-jalan menikmati kebersamaan atau sekedar mencari cemilan. Hal yang sederhana tapi menambah romantisme dalam relasi kami yang sering pengap dengan kesibukan masing -masing di tempat kerja, kesibukan urusan domestik rumah tangga. Walau hanya 2 jam di Mall ternyata cukup untuk meningkatkan kualitas relasi kami .... Masih terus berproses untuk mengelola sebuah hubungan dengan suami. Hubungan dengan suami tak bisa hanya sebatas satu hubungan saja tapi meliputi beberapa peran sekaligus, sebagai istri, teman, kekasih, partner. Berubah peran sesuai dengan keadaan... tak mungkin kita berperan sebagai kekasih ketika suami sedang galau urusan kantor, Kami terbiasa share tentang masalah kantor dan saling memberi masukan atau kekuatan satu sama lain....
Ini hanya sebuah coretan kecil, refleksi perjalanan dari 14 juni 2009 sampai 7 september 2014. Bersyukur kepada Allah yang melingkupi keluarga kami dengan kehangatan cinta, kasih sayang, kepercayaan, saling mendukung satu sama lain..... Tak terhitung usaha yang telah kami lakukan untuk bisa meraih amana itu, tak terhitung biaya yang telah kami keluarkan dan tak jarang ditingkahi dengan pertengkaran karena Mas Eka enggan untuk melangkahkan kaki ke sebuah tempat untuk berikhtiar dan akhirnya aku menyerah dan membiarkan waktu yang akan menjawabnya. Tak ada gunanya berikhtiar tapi pasangan tak sepenuh hati mendukung hanya membuat waktu, tenaga dan uang saja...
Ya Allah berikanlah kami kekuatan untuk terus bersabar, dan mampu menjaga kesehatan hingga saatnya tiba Kau berikan amahan itu kepada kami. Aaamiin.
Jumat, 29 Agustus 2014
Menghitung yang ada di tangan.... begitu banyak nikmat Allah.
Pagi tadi setelah sholat shubuh, menyalakan TV pas ketemu acara pengajian. Karena males cari remote, jadilah manteng, ternyata setelah diikuti sekian menit mampu mengubah mata ini jadi lebih perhatian sama layar teve. Isinya lumayan bagus, ada kata-kata yang Ustad tersebut ucapkan kalau ga salah seperti ini... cacian manusia di bumi tidak akan menurunkan derajatmu rdi depan Allah, begitu pun pujian manusia di bumi tak akan mampu meningkatkan derajatmu di depan Allah karena hanya ilmu dan amal ibadahmu yang akan mengangkat derajatmu di depan Allah. Serasa muka ini ditampar, mengingat diri ini bukan sosok muslimah yang tekun beribadah. Harus memperbaiki diri kalau begini... bukan hanya sibuk bekerja, urus rumah tapi juga harus selalu menyempatkan diri sholat di awal waktu, perbanyak baca shalawat, perbanyak ibadah sholat lail...
Ada banyak perubahan memang sejak 5 tahun terakhir, aktifitas reliji yang biasa dilakukan setiap hari sudah banyak berkurang tergerus dengan alasan sibuk ini sibuk itu ... semua yang berbau duniawi. Padahal Allah memiliki kuasa tak terbendung, apa yang akan terjadi jika semua kenyamanan hidup ini direnggut seketika? Apa yang akan terjadi jika ...jika. banyak hal buruk berkelebat. Ah semoga kelebatan itu mampu melecut semangat ibadahku yang selalu labil dan mudah tertiup angin ke utara dan ke selatan...
Ada janji yang pelan-pelan aku patrikan dalam hati agar lebih bersyukur dengan semua nikmat yang telah diberikan. Lebih bersyukur, menegasikan banyak target yang belum teraih.
Selama ini otak dan pikiranku tertutup tebalnya debu kepicikan, selalu berdoa berdoa dan berdoa menuntut banyak hal yang belum diraih, terlupakan akan karuni sehat yang mengiringi kami.... memiliki kecukupan sandang pangan dan papan sehingga tak perlu kedinginan ketika hujan angin melanda karena sudah memiliki tempat berteduh dan bisa makan ketika lapar... bisa bernapas tanpa harus memakai masker oksigen, bisa berjalan leluasa karena tulang di tubuh ini sehat dan mampu menyokong mobilitas setiap saat tanpa harus ada keluhan pegal lini ... bisa buang angin dengan leluasa...(asal jangan ada orang lain dan bukan dikantor, bisa ditimpuk nanti oleh teman kantor hehehe .....)
Walau sepele tapi akan sangat menyakitkan bin mahal untuk merestore kondisi kesehatan kita.
Intinya pagi tadi, saya mencoba menghitung berapa banyak kenikmatan yang saya dapatkan dan membandingkan dengan semua rengekan saya pada Allah...duh jadi malu sendiri karena ada begitu banyak nikmat yang diberikan pada saya... jadi teringat Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan.... bergidig kalau sudah teringat ayat ini.
Mengembalikan kesadaran diri ke tempat yang seharusnya bukan mengejar semua pikiran dan hal duniawi semata... Maafkan aku ya Allah, hadirkanlah nikmat Iman Islam dalam kehidupan kami dan jadikan kami umat yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan. aaaaamiiiin
Ada banyak perubahan memang sejak 5 tahun terakhir, aktifitas reliji yang biasa dilakukan setiap hari sudah banyak berkurang tergerus dengan alasan sibuk ini sibuk itu ... semua yang berbau duniawi. Padahal Allah memiliki kuasa tak terbendung, apa yang akan terjadi jika semua kenyamanan hidup ini direnggut seketika? Apa yang akan terjadi jika ...jika. banyak hal buruk berkelebat. Ah semoga kelebatan itu mampu melecut semangat ibadahku yang selalu labil dan mudah tertiup angin ke utara dan ke selatan...
Ada janji yang pelan-pelan aku patrikan dalam hati agar lebih bersyukur dengan semua nikmat yang telah diberikan. Lebih bersyukur, menegasikan banyak target yang belum teraih.
Selama ini otak dan pikiranku tertutup tebalnya debu kepicikan, selalu berdoa berdoa dan berdoa menuntut banyak hal yang belum diraih, terlupakan akan karuni sehat yang mengiringi kami.... memiliki kecukupan sandang pangan dan papan sehingga tak perlu kedinginan ketika hujan angin melanda karena sudah memiliki tempat berteduh dan bisa makan ketika lapar... bisa bernapas tanpa harus memakai masker oksigen, bisa berjalan leluasa karena tulang di tubuh ini sehat dan mampu menyokong mobilitas setiap saat tanpa harus ada keluhan pegal lini ... bisa buang angin dengan leluasa...(asal jangan ada orang lain dan bukan dikantor, bisa ditimpuk nanti oleh teman kantor hehehe .....)
Walau sepele tapi akan sangat menyakitkan bin mahal untuk merestore kondisi kesehatan kita.
Intinya pagi tadi, saya mencoba menghitung berapa banyak kenikmatan yang saya dapatkan dan membandingkan dengan semua rengekan saya pada Allah...duh jadi malu sendiri karena ada begitu banyak nikmat yang diberikan pada saya... jadi teringat Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan.... bergidig kalau sudah teringat ayat ini.
Mengembalikan kesadaran diri ke tempat yang seharusnya bukan mengejar semua pikiran dan hal duniawi semata... Maafkan aku ya Allah, hadirkanlah nikmat Iman Islam dalam kehidupan kami dan jadikan kami umat yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan. aaaaamiiiin
Selasa, 26 Agustus 2014
Resep Martabak Kubang aka Martabak Mesir
Siapa yang bisa berpaling setiap kali melewati penjual martabak mesir yang satu ini( di pekanbaru nama martabak ini adalah martabak mesir) kebetulan sekali kami adalah penggila martabak mesir. Alhamdulillah dapat resepnya, waah bakalan dicoba ini. secara untuk sekali makan aja kami ga cukup satu porsi....
Resep martabak kubang by vina amartha
Bahan kulit
250 grm terigu segitiga
1/2 sdt garam
150 ml air..
Cara..masukan smua dlm panci trus di uleni 5-10 menit..
Bulatkan bola pingpong..letak dipanci..beri minyak goreng..diamkan minimal 1jam..
250 grm terigu segitiga
1/2 sdt garam
150 ml air..
Cara..masukan smua dlm panci trus di uleni 5-10 menit..
Bulatkan bola pingpong..letak dipanci..beri minyak goreng..diamkan minimal 1jam..
Bahan daging..
100 grm daging ayam or sapi..potong kotak kecil
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt royko
Goreng smua bahan dengan minyak sedikit..
100 grm daging ayam or sapi..potong kotak kecil
1/2 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt royko
Goreng smua bahan dengan minyak sedikit..
Bahan isi
250 grm daun bawang potong
Telur ayam
Bumbu kambing
Bawang putih bubuk
Royko
250 grm daun bawang potong
Telur ayam
Bumbu kambing
Bawang putih bubuk
Royko
Bahan kuah
500 ml air mateng
2 bungkus kecap manis
1sdt garam
5 sdm Gula
50 ml cuka makan
1 bawang bombay potong panjang..
Cabe rawit potong
Tomat potong
Aduk smua..kl ada yg kurang dirasa sendiri..
500 ml air mateng
2 bungkus kecap manis
1sdt garam
5 sdm Gula
50 ml cuka makan
1 bawang bombay potong panjang..
Cabe rawit potong
Tomat potong
Aduk smua..kl ada yg kurang dirasa sendiri..
Cara:
Ambil satu bulat kulit..tipiskan..oles minyak biar bisa ditarik tipis..
Masukan bahan isi dlm mangkok..beri satu telur..royko..bumbu kambing..bubuk bawang putih..kocok..lalu letak di kulit..lipat..langsung masuk penggorengan..goreng sampai matang...
Ambil satu bulat kulit..tipiskan..oles minyak biar bisa ditarik tipis..
Masukan bahan isi dlm mangkok..beri satu telur..royko..bumbu kambing..bubuk bawang putih..kocok..lalu letak di kulit..lipat..langsung masuk penggorengan..goreng sampai matang...
Bahan kuah tinggal diaduk..
Sajikan..
Selamat mencoba.
berikut step by step dalam pembuatan martabak mesir
Uleni adonan dalam panci selama 5-10 menit


Rendam adonan dalam minyak goreng kurleb 1 jam

siapkan adonan isi

Isikan ke dalam kulit dan dilipat

goreng...

taraa siap dimakan..

Enjoy every new move in your life...
Resiko ketika memasuki tempat baru adalah adaptasi dengan lingkungan yang serasa asing dan cenderung membandingkan dengan tempat tinggal terdahulu. Beberapa kali mengikuti suami pindah tugas, suami kebetulan pegawai swasta dan berdinas di daerah pelosok. Ketika kita tinggal di daerah terpencil, jauh dari segala fasilitas hidup pun dari tempat yang penuh dengan hiruk pikuk manusia seperti di Mall. Membuat kita lebih menghadapi hidup... bagaimana tidak, jauh dari mana-mana harus selalu cerdik menyiasati segala kekurangan, hidup dengan segala keterbatasan bukan berarti tak bahagia ..... namun kalau teringat kadang membuatku ketawa juga ketika sudah mendekati jadwal day-off atau libur, kita udah berkemas dengan semangat 45 untuk kembali ke rumah dan menghirup segala kemacetan lalu lintas.
Berhubung tinggal di pelosok, memasuki kota sudah memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saat itu karena keadaan memaksa yang membuat kami menginggalkan rumah. Sekarang, kami lebih menghargai setiap benda yang kami miliki di rumah... bahkan untuk sekedar air dari sumur yang mengalir tiap kali kita nyalakan mengingatkan kita pada masa dimana kami tak memiliki air bersih setiap waktu karena di areal ada waktunya air dari tangki perusahaan itu menyala yaitu setiap pagi sekitar jam 6 pagi selama 1 jam dan sore hari sekitar jam 5 selama 1 jam. Meski ada tangki air di belakang tapi kalau sedang sendirian di rumah, saya agak segan menggunakanna karena lebah yang mengerumuni genangan air dibawah tangki air, anjing liar yang berkeliaran. Insiden air ini juga mengingatkan ketika kami harus di tinggal di rumah kontrakan di daerah Taluk Kuantan. Pemilik kontrakan tidak menghubungkan air kami secara otomatis dan mandiri dengan pompa air sehingga setiap kali butuh air harus konfirmasi dulu, awal-awal menempati masih diterima dengan muka yang manis tapi setelah beberapa bulan mulai menerima perlakuan yang berbeda dan tak jarang menerima kata-kata yang keras...duh manisnya tinggal di rumah sendiri yang bebas persediaan air sumur sehingga kapanpun kami mau mandi tak pernah menjadi masalah.
Menetap atau berpindah adalah sebuah pilihan bagi keluarga terlebih keluarga yang penempatan pekerjaan tidak menetap. Berpindah memungkinkan kita memiliki kekayaan secara mental dan lebih menghargai dan mensyukuri semua karunia Ilahi. Untuk seseorang yang menetap di satu tempat tentu merasakan kenyamanan secara optimal karena dikelilingi oleh kenyamanan dan keamanan dari orang-orang yang dikenal sejak lahir sementara bagi mereka yang berpindah-pindah, harus memiliki mental dan kendali diri yang kuat dan terbiasa dengan segala kekurangan jika di tempat baru jauh berbeda fasilitasnya dengang lingkungan yang lama.
Senin, 25 Agustus 2014
Andai BBM ga jadi naik.....
sembari menunggu student, pikiran melayang pada berita kenaikan harga BBM yang sekarang meruak dimana-mana. apa yang terjadi ketika media sudah meniup-niup goisip kenaikan harga BBM ke tengah masyarakat, khususnya di Pekanbaru ini. Pagi tadi ketikadiks berangkat ke kantor, banyak SPBU memasang papan bertuliskan :`REMIUM HABIS`, membuat banyak pengendara harus mencari SPBU lain yang kemungkinan masih memiliki stok dan bersedia menjual itupun dengan syarat kendaraan masih memiliki stok bensin hingga ke SPBU terdekat. bagaimana jika di tangki, bensin tak mencukupi untuk mencapai SPBU lain... tak ada pilihan selain membeli eceran yang menjual dengan harga lebih tinggi dari SPBU.
Gosip....digosok makin siip. apalagi kalai gosipnya seputar BBM, menjadi bagian tak lepas dari kehidupan penduduk Indonesia terlebih yang menggunakan moda kendaraan setiap hari untuk beraktifitas sehingga BBM menjadi sepenting air dalam kehidupan manusia. kejadian antre BBM hingga mengular belasan meter dan tak jarang menimbulkan kemacetan sudah bukan barang baru. terlebih setiap menjelang ada keputusan kenaikan BBM.
Otak bodoh ini tak pernah memahami kenapa di negeri yang kaya minyak seperti Indonesia dan Riau ketersediaan BBM selalu menjadi hal yang tidak terselesaikan.
udah terbayang betapa kenaikan harga BBM ini akan memicu kenaikan harga disemua sektor. Mulai dari sembako, spare part, makanan jadi, harga baju....seperti efek domino yang akan menular ke semua sisi kehidupan dan lagi sebagai rakyat kecil yang alhamdulillah masih bisa mengais rejeki harus lebih pandai lagi membelanjakan gaji bulanan. Di tengah segala kenaikan harga yang tak bisa dihindarkan ketika harga BBM itu beneran naik, masih bersyukur karena masih diberikan keluasan rejeki untuk membayar hutang dan makan sehari-hari.... jangan harap bisa berlibur ke luar negeri meski harga pesawat a*r a**a sedang banting harga atau ikutan beli Samsung Galaxy... ngimpi aja penulis tidak berani. Penghasilan yang masuk stabil sementara pengeluaran belum bisa dikendalikan karena harga barang semakin naik... meski kami berdua sama-sama bekerja dan belum memiliki anak yang harus kami beri nafkah. tak berarti kami memiliki uang ekstra sehingga bisa belanja dengan sebebasnya... dari awal pernikahan kami mencoba untuk jujur tentang pendapatan masing-masing. di awal bulan kami menginventaris apa-apa yang harus kami bayar dan sisa berapa yang bisa ditabung.... biasanya ga pernah bersisa karena sering ada pengeluaran ekstra.
Kalau sudah kepepet ya mau ga mau harus memikirkan cara untuk mendapatkan ekstra income? tuing...tuing juga kepala ini jadinya...
Alangkah indahnya kalau harga BBM turun bukannya naik. Andai ah ah andai...
Gosip....digosok makin siip. apalagi kalai gosipnya seputar BBM, menjadi bagian tak lepas dari kehidupan penduduk Indonesia terlebih yang menggunakan moda kendaraan setiap hari untuk beraktifitas sehingga BBM menjadi sepenting air dalam kehidupan manusia. kejadian antre BBM hingga mengular belasan meter dan tak jarang menimbulkan kemacetan sudah bukan barang baru. terlebih setiap menjelang ada keputusan kenaikan BBM.
Otak bodoh ini tak pernah memahami kenapa di negeri yang kaya minyak seperti Indonesia dan Riau ketersediaan BBM selalu menjadi hal yang tidak terselesaikan.
udah terbayang betapa kenaikan harga BBM ini akan memicu kenaikan harga disemua sektor. Mulai dari sembako, spare part, makanan jadi, harga baju....seperti efek domino yang akan menular ke semua sisi kehidupan dan lagi sebagai rakyat kecil yang alhamdulillah masih bisa mengais rejeki harus lebih pandai lagi membelanjakan gaji bulanan. Di tengah segala kenaikan harga yang tak bisa dihindarkan ketika harga BBM itu beneran naik, masih bersyukur karena masih diberikan keluasan rejeki untuk membayar hutang dan makan sehari-hari.... jangan harap bisa berlibur ke luar negeri meski harga pesawat a*r a**a sedang banting harga atau ikutan beli Samsung Galaxy... ngimpi aja penulis tidak berani. Penghasilan yang masuk stabil sementara pengeluaran belum bisa dikendalikan karena harga barang semakin naik... meski kami berdua sama-sama bekerja dan belum memiliki anak yang harus kami beri nafkah. tak berarti kami memiliki uang ekstra sehingga bisa belanja dengan sebebasnya... dari awal pernikahan kami mencoba untuk jujur tentang pendapatan masing-masing. di awal bulan kami menginventaris apa-apa yang harus kami bayar dan sisa berapa yang bisa ditabung.... biasanya ga pernah bersisa karena sering ada pengeluaran ekstra.
Kalau sudah kepepet ya mau ga mau harus memikirkan cara untuk mendapatkan ekstra income? tuing...tuing juga kepala ini jadinya...
Alangkah indahnya kalau harga BBM turun bukannya naik. Andai ah ah andai...
Tutor pun belajar dari Klien...
Mengajar bukan hal baru bagi diriku yang sejak bangku kuliah sudah berkenalan dengan proses membagi ilmu. kali ini, ana pengin share tentang kegiatan yang ana lakukan sekarang ini yaitu mengajar bahasa Inggris di lembaga bahasa Inggris dengan sistem one to one, means one tutor teachs one student. it`s new method and many people believe this method better than the classical one wher one teacher teachs a class.
banyak yang datang belajar dengan perbagai alasan. kita bisa melihat ketik a seorang remaja yang masuk kabin (kelas). ada berbagai tipe student yang sering ana temui. mulai dari anak-anak yang rajin menghapal setiap kali pertemuan dan hapalanna akan raib ketika bertemu di sesi berikutna, ada juga remaja yang bersemangat belajar karena ada dorongan dari orangtuanya.... bersemangat untuk secepatnya pergi meninggalkan rumah dan ke kursus bahasa inggris namun dengna pikiran yang berseliweran kemana-mana sehingga ketika kami dalam proses belajar tak jua bisa menangkap materi yang kami berikan. jenis yang lain, student yang memiliki kesadaran tinggi dan aware dengan alasan mereka bergabung di lembaga kursus bahasa Inggris ini sehingga di setiap pertemuan mereka begitu antusias speaking, reading dan tak jarang meminta exercise lebih agar mereka lebih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka.
ada seorang remaja atau sedikit melewati usia remaja karena sekarang sudah kuliah dan terpaksa belajar karena tuntutan orangtua dan tak jarang sang Ibu yang mengantar langsung anaknya ke tempat belajar. apa yang terjadi? meski secara fisik terlihat rajin mengikuti semua materi tapi enggan untuk berinteraksi dengan tutor, memiliki keengganan untuk berbicara bahasa Inggris meski mengaku mampu berbahasa Inggris... so, sering ada kelebatan pemikiran, siapa yang salah ya? orangtua ingin anakna maju, satu sisi anaknya menuruti saran orangtua tapi dengan segala keterpaksaan sehingga hasilnya belum tentu optimal.
ada klien dewasa yang sudah bekerja dan memiliki atasan bule, begitu rapih dan gigih setiap kali datang untuk belajar.tak segan meminta materi reading dan dengan inisiatif sendiri membaca dengan bersuara serta minta dikoreksi pelafalannya atau (in english:pronunciation) setelah itu masih dengan semangat 45 mencoba menterjemahkan reading yang kita berikan. hem.... ketika menghadapi klien seperti ini sepertinya sebagai tutor, saya pribadi tak merasakan lelah pun dengan pertanyaan-pertanyaan mendetil selayakna anak sekolahan yang sering diajukan Bapak tersebut.
menghadapi berbagai tipe student membuat saya harus pandai menyetel mood, metode dan atmosfer komunikasi interperonal...uups ini sebuah keharusan karena learning proses ini hanya melibatkan dua orang saja sehingga komunikasi akan lebih intens. sebagai tutor akan memperhatikan gesture per student, apakah dia menguap, menyandar ke kursi, gelisah... itu tanda kita har us memberikan refreshing dengan adanya listening atau menonton video yang berkaitan dengan materi.
ada begitu banyak hal yang diperoleh setiap kita bertemu klien, bukan mereka saja yang memperoleh tambahan ilmu tapi sebagai tutor pun saya mendapatkan pengayaan secara pribadi.
Langganan:
Komentar (Atom)