Pagi tadi setelah sholat shubuh, menyalakan TV pas ketemu acara pengajian. Karena males cari remote, jadilah manteng, ternyata setelah diikuti sekian menit mampu mengubah mata ini jadi lebih perhatian sama layar teve. Isinya lumayan bagus, ada kata-kata yang Ustad tersebut ucapkan kalau ga salah seperti ini... cacian manusia di bumi tidak akan menurunkan derajatmu rdi depan Allah, begitu pun pujian manusia di bumi tak akan mampu meningkatkan derajatmu di depan Allah karena hanya ilmu dan amal ibadahmu yang akan mengangkat derajatmu di depan Allah. Serasa muka ini ditampar, mengingat diri ini bukan sosok muslimah yang tekun beribadah. Harus memperbaiki diri kalau begini... bukan hanya sibuk bekerja, urus rumah tapi juga harus selalu menyempatkan diri sholat di awal waktu, perbanyak baca shalawat, perbanyak ibadah sholat lail...
Ada banyak perubahan memang sejak 5 tahun terakhir, aktifitas reliji yang biasa dilakukan setiap hari sudah banyak berkurang tergerus dengan alasan sibuk ini sibuk itu ... semua yang berbau duniawi. Padahal Allah memiliki kuasa tak terbendung, apa yang akan terjadi jika semua kenyamanan hidup ini direnggut seketika? Apa yang akan terjadi jika ...jika. banyak hal buruk berkelebat. Ah semoga kelebatan itu mampu melecut semangat ibadahku yang selalu labil dan mudah tertiup angin ke utara dan ke selatan...
Ada janji yang pelan-pelan aku patrikan dalam hati agar lebih bersyukur dengan semua nikmat yang telah diberikan. Lebih bersyukur, menegasikan banyak target yang belum teraih.
Selama ini otak dan pikiranku tertutup tebalnya debu kepicikan, selalu berdoa berdoa dan berdoa menuntut banyak hal yang belum diraih, terlupakan akan karuni sehat yang mengiringi kami.... memiliki kecukupan sandang pangan dan papan sehingga tak perlu kedinginan ketika hujan angin melanda karena sudah memiliki tempat berteduh dan bisa makan ketika lapar... bisa bernapas tanpa harus memakai masker oksigen, bisa berjalan leluasa karena tulang di tubuh ini sehat dan mampu menyokong mobilitas setiap saat tanpa harus ada keluhan pegal lini ... bisa buang angin dengan leluasa...(asal jangan ada orang lain dan bukan dikantor, bisa ditimpuk nanti oleh teman kantor hehehe .....)
Walau sepele tapi akan sangat menyakitkan bin mahal untuk merestore kondisi kesehatan kita.
Intinya pagi tadi, saya mencoba menghitung berapa banyak kenikmatan yang saya dapatkan dan membandingkan dengan semua rengekan saya pada Allah...duh jadi malu sendiri karena ada begitu banyak nikmat yang diberikan pada saya... jadi teringat Nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan.... bergidig kalau sudah teringat ayat ini.
Mengembalikan kesadaran diri ke tempat yang seharusnya bukan mengejar semua pikiran dan hal duniawi semata... Maafkan aku ya Allah, hadirkanlah nikmat Iman Islam dalam kehidupan kami dan jadikan kami umat yang senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan. aaaaamiiiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar