Senin, 25 Agustus 2014

Tutor pun belajar dari Klien...

Mengajar bukan hal baru bagi diriku yang sejak bangku kuliah sudah berkenalan dengan proses membagi ilmu. kali ini, ana pengin share tentang kegiatan yang ana lakukan sekarang ini yaitu mengajar bahasa Inggris di lembaga bahasa Inggris dengan sistem one to one, means one tutor teachs one student. it`s new method and many people believe this method better than the classical one wher one teacher teachs a class. 
banyak yang datang belajar dengan perbagai alasan. kita bisa melihat ketik a seorang remaja yang masuk kabin (kelas). ada berbagai tipe student yang sering ana temui. mulai dari anak-anak yang rajin menghapal  setiap kali pertemuan dan hapalanna akan raib ketika bertemu di sesi berikutna, ada juga remaja yang bersemangat belajar karena ada dorongan dari orangtuanya.... bersemangat untuk secepatnya pergi meninggalkan rumah dan ke kursus bahasa inggris namun dengna pikiran yang berseliweran kemana-mana sehingga ketika kami dalam proses belajar tak jua bisa menangkap materi yang kami berikan. jenis yang lain, student yang memiliki kesadaran tinggi dan aware dengan alasan mereka bergabung di lembaga kursus bahasa Inggris ini sehingga di setiap pertemuan mereka begitu antusias speaking, reading dan tak jarang meminta exercise lebih agar mereka lebih memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris mereka. 
ada seorang remaja atau sedikit melewati usia remaja karena sekarang sudah kuliah dan terpaksa belajar karena tuntutan orangtua dan tak jarang sang Ibu yang mengantar langsung anaknya ke tempat belajar. apa yang terjadi? meski secara fisik terlihat rajin mengikuti semua materi tapi enggan untuk berinteraksi dengan tutor, memiliki keengganan untuk berbicara bahasa Inggris meski mengaku mampu berbahasa Inggris... so, sering ada kelebatan pemikiran, siapa yang salah ya? orangtua ingin anakna maju, satu sisi anaknya menuruti saran orangtua tapi dengan segala keterpaksaan sehingga hasilnya belum tentu optimal. 
ada klien dewasa yang sudah bekerja dan memiliki atasan bule, begitu rapih dan gigih setiap kali datang untuk belajar.tak segan meminta materi reading dan dengan inisiatif sendiri membaca dengan bersuara serta minta dikoreksi pelafalannya atau (in english:pronunciation) setelah itu masih dengan semangat 45 mencoba menterjemahkan reading yang kita berikan. hem.... ketika menghadapi klien seperti ini sepertinya sebagai tutor, saya pribadi tak merasakan lelah pun dengan pertanyaan-pertanyaan mendetil selayakna anak sekolahan yang sering diajukan Bapak tersebut. 
menghadapi berbagai tipe student membuat saya harus pandai menyetel mood, metode dan atmosfer komunikasi interperonal...uups ini sebuah keharusan karena learning proses ini hanya melibatkan dua orang saja sehingga komunikasi akan lebih intens. sebagai tutor akan memperhatikan gesture per student, apakah dia menguap, menyandar ke kursi, gelisah... itu tanda kita har us memberikan refreshing dengan adanya listening atau menonton video yang berkaitan dengan materi. 
ada begitu banyak hal yang diperoleh setiap kita bertemu klien, bukan mereka saja yang memperoleh tambahan ilmu tapi sebagai tutor pun saya mendapatkan pengayaan secara pribadi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar